Flash Speedlight

Flash atau Flash-Speedlight

11:36:00


Pada setiap kamera DSLR hamper Selalu dilengkapi dengan built in Flash, atau flash bawaan yang menyatu dengan body kamera. Namun sayangnya built in Flash ini seringkali tidak mampu menghasilkan cahaya sesuai keinginan kita, dan hanya satu arah cahayanya karena memang letaknya yang tidak bias kita pindah. Cahaya adalah element yang sangat penting pada proses pemotretan, maka sangatlah penting mengetahui sumber dan arah cahaya. Berikut beberapa tipe Flash-Speedlight (*ada pula yang menyebutnya blitz

Built in Flash


Ini adalah Flash-Speedlight bawaan kamera yang terpasang pada bodi bagian atas, letak dan arahnya sudah pasti tidak bisa kita rubah. Hal ini sering menjadi kendala atau masalah karena gambar yang dihasilkan sering terlalu tajam dengan bayangan yang sangat kuat di bagian belakang objek, sehingga gambar tampak kurang natural. Walau pada kamera DSLR kita bisa saja mengatur kekuatan cahaya Flash-Speedlight menggunakan Flash exposure namun tetap saja sangat sulit menghasilkan gambar dengan cahaya yang lembut dan tanpa bayangan. Pop up Flash bisa di gunakan untuk teknik fill in Flash-Speedlight pada siang hari, untuk mengurangi intensitas cahaya yang datang dari belakang objek, jadi hasilnya bagian depan objek tetap mendapat cahaya yang cukup. Walau sangat terbatas penggunaan built in Flash ini namun pada saat tertentu kita bisa menggunakannya dengan maksimal, misal dengan menambahkan diffuser, bahkan bila dalam keadaan terdesak dan saya tidak membawa diffuser, saya menggunakan tissue sebagai penggantinya. Hasilnya cukup lumayan. 



Flash-Speedlight

 
Ini adalah jenis lampu kilat tambahan yang bisa dipasang pada hot shoe kamera. Lampu kilat ini banyak disukai oleh fotografer karena kemampuanya yang sangat fleksibel, tentunya dibandingkan dengan built in Flash alias lampu flash bawaan kamera. Kita dapat membeli Flash-Speedlight yang dilengkapi dengan kabel yang dapat memberikan fleksibilitas lebih karena dapat dilepas dan diatur posisinya, tentunya dengan jarak tertentu. Pada Flash-Speedlight ini ada beberapa tipe yang umum adalah tipe manual dan TTL (Through The Lens). Artinya semua pengaturan flash otomatis menyesuaikan dengan setting kamera. Untuk yang manual jelas kekuatan cahaya kita atur dengan cara manual yaitu dengan menekan tombol di belakang Flash-Speedlight.

Bila kita memliki lebih dari satu Flash-Speedlight ini kita bisa lebih banyak bermain dengan arah cahaya, dan tentunya hal ini lebih mengasikkan dan hasil dari foto kita juga akan jauh lebih baik. Banyak vendor yang mengeluarkan produk ini, mulai dari Nikon, Canon, Sony dan beberapa merk terkenal lainya, bahkan yang merk China juga sudah bisa di jadikan pertimbangan saat kita ingin membeli Flash-Speedlight ini. Selain tentunya harga yang relative lebih murah tapi kemampuannya yang juga tidak kalah beda dengan merk terkenal. Kisaran harga Flash-Speedlight ini mulai dari Rp. 500 ribuan sampai jutaan, tentunya dengan kemampuan yang berbeda-beda.

Ringlight Flash-Speedlight 


Dari namanya kita bisa menebak ini lampu pasti berbentuk bundar, dan letak pemasangannya biasanya ada di depan lensa serta kegunaanya lebih banyak untuk foto macro. Ringlight Flash-Speedlight ini menghasilkan cahaya yang menyebar dengan lembut, sehingga walau kita mendekatkan dengan objek tidak menghasilkan cahaya yang kuat. Ada juga Ringlight Flash-Speedlight yang di pasang pada hot sue kamare lebih banyanak untuk pemotretan model.

Hammer Flash-Speedlight

  Flash-Speedlight ini berbentuk seperti palu dan mampu memberikan pencahayaan dengan sudut yang fleksibel dan pegangan tangan yang nyaman. Hammerhead Flash-Speedlight adalah Flash-Speedlight yang terpisah dan tidak terpasang pada hot shoe, melainkan terpasang pada sekrup untuk tripod pada bagian bawah kamera. Flash-Speedlight ini sangat populer untuk wedding fotografi dan pers karena memiliki output dengan intensitas cahaya yang tinggi.



pict by google

085740855573

Artikel menarik lainya

0 komentar